Sunday, July 18, 2010


BISNIS ITU PERMAINAN, BUKAN ILMU PENGETAHUAN
THAT BUSINESS is GAME, NON SCIENCE.
selama membaca blog ini usahakan anda minum kopi biar mantap....hahahahaa
during reading this blog labour the you drink the coffee let to setle.

Selama kita merasa belum familiar dan takut memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: “belajar!”.
During we feel not yet familiar and fear to start the business, usually arising out in our mind is: " learning!"

Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi. Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa: “Leaders are made, not born”.Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi “ilmu bisnis”, wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan (leadership), dan lain sebagainya. Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan. Namun demikian, apa benar kalau kita ingin menjadi figur sukses -- lebih spesifiknya pebisnis sukses -- harus menempuh perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu? Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan. Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial, ilmu marketing dan lain sebagainya. Pun, tidak karena mereka rajin mengikuti seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata merupakan orang-orang yang justru tidak suka belajar, malas sekolah, dan hanya ingin bermain-main saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho kok bisa? Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, Thomas Alva Edison. Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun, tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai temuan teknis lain yang dilakukannya. Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti Lansden Co. (mobil/otomotif), Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll), dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah General Electric.Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan dengan itu ia sukses.Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2 SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu jauh untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan. Gede Prama yang dikenal sebagai pakar manajemen (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.Menurut saya, adalah keliru mempelajari fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak berubah, hukum gravitasi pun akan tetap abadi.Akan tetapi, mempelajari fenomena manusia pasti akan menimbulkan frustrasi. Sebab, manusia merupakan mesin perubahan, sehingga tidak akan ada fenomena manusia yang tinggal tetap abadi sepanjang masa, berlawanan dengan yang kita lihat pada peristiwa jatuhnya buah apel. Pemimpin, dalam bidang apa pun termasuk bisnis, adalah sosok manusia yang bebas, yang bertindak semaunya tanpa memperhatikan teori mau pun kaidah, sehingga nyaris percuma kalau kita ingin mempelajari dan mengikuti jejak sepak terjangnya.Coba lihat, pada saat terjadinya resesi ekonomi dunia tahun 1929, semua orang berdasarkan teori-teori yang ada, berusaha untuk berlaku sehemat mungkin. Tapi sebaliknya, Matsushita si raja elektrik dari Jepang malah royal mengeluarkan uang. Seakan uang itu tidak lebih dari mainan saja layaknya. Meski pun bukan tanpa alasan dia berlaku demikian.Lihat juga Kim Woo Chong, pendiri imperium Daewoo. Ketika semua pengusaha (juga dengan teori-teori yang ada) berkonsentrasi memasuki pasar negara-negara kaya semacam Amerika dan Eropa, ia malah dengan santainya masuk ke pasar-pasar “keras” seperti Iran, Sudan dan Rusia serta negara-negara blok timur.“Kesia-siaan” mempelajari dan berusaha mengikuti sepak terjang para pemimpin bisnis bisa dirasakan secara langsung di lapangan. Saat pertama kali Harvard Business Review mempublikasikan konsep pemasaran yang beken dengan “Marketing Mix” 4P (product, price, place dan promotion), nyaris semua pengusaha serta pakar bisnis menganut konsep ini secara fanatik. Begitu juga dengan perguruan-perguruan tinggi dan sekolah manajemen.Tapi, tidak terlalu lama, sebagai akibat “ulah” para pemimpin bisnis yang gemar bermain-main, perubahan tren perekonomian dan industri memaksa para pakar dan pembelajar merubah lagi konsepnya dengan 6P, 8P bahkan yang terakhir disebutkan sebagai 12P. Terus bagaimana? Kalau kita harus bersiaga setiap saat untuk belajar dan tidak ketinggalan zaman dengan ilmu marketing, kapan kita berbisnis?Saya rasa kita semua banyak yang terjebak dan hanyut dalam “arus ilmu pengetahuan” yang dibuat oleh mereka yang “pakar ilmu pengetahuan”, sehingga kita tidak sempat lagi berinovasi yang justru merupakan kunci sukses bisnis. Kita malah terus menerus “dipaksa” mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan tanpa tahu di mana ujung pangkalnya.Pertanyaannya: ”Sebenarnya kita mau jadi pebisnis atau mau jadi ilmuwan sih?”Saya sendiri yakin bahwa bisnis dan kesuksesan itu adalah semacam permainan saja. Seperti apa yang dikatakan oleh William Cohen dalam tulisannya “The Art Of The Leader” : “Success is acquired by playing hard, not by working hard..”.Mengacu pada obsesi banyak orang tentang Bill Gates dan Donald Trump sebagaimana disebut di atas, perlu diketahui bahwa kedua orang tokoh ini pun mencapai sukses dari kesenangannya bermain-main. Bill Gates sejak masih berusia 13 tahun sudah bermain-main dengan perangkat lunak komputer, dan dengan itu ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Donald Trump juga sejak kecil selalu bermain-main ke kantor ayahnya, Fred Trump. Dia suka sekali melihat-lihat maket gedung dan pencakar langit, sebelum tertarik dengan bidang bisnis sang ayah, yaitu properti. Dan jadilah Donald Trump seorang Raja Properti.Kesimpulan yang bisa saya sampaikan adalah bege hamu jala mohon di dengar:, orang yang mempelajari ilmu kepemimpinan tidak akan menjadi pemimpin. Tapi, orang yang mencoba menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin. Demikian juga, orang yang mempelajari ilmu bisnis, tidak akan menjadi pebisnis. Tapi, orang yang mencoba menjadi pebisnis, akan menjadi pebisnis.


horas ma dihita dan dihamu



Friday, July 16, 2010


Mengingat kembali MENJADI PENGUSAHA


Hai Sobat Blogosphere, selamat datang kembali diBlog sederhana ini, pada suatu acara Wimar’s World yang pernah ditayangkan disebuah stasiun TV, Pak Wimar Witular pernah menghadirkan Tiga orang Pengusaha sukses, satu diantaranya adalah Om Bob Sadino (pemilik Kem Chicks group), Beliau adalah seorang pengusaha yang tidak pernah putus asa, bahkan bersemangat dan memberi contoh kepada setiap orang.
Berikut potongan percakapan mereka dengan bapak Wimar Witoelar, dalam membahas modal seorang entrepeneur.
Wimar: “Katanya, Anda dulu seorang pelaut, lalu bagaimana Anda bisa sampai menjadi seorang pengusaha dengan membuka supermarket??”Bob: “Sederhana saja. Saya dulu bekerja dinegeri Belanda dan sempat berkeliling Eropa. Ketika kembali ke Indonesia, saya melihat telor disini berbeda dengan telor yang saya lihat diEropa…”
Wimar: “Apa bedanya?”
Bob: “Beda bentuknya. Jadi, saya meminta seseorang untuk mencari ayam yang bisa bertelor”
Wimar: “Apakah saat itu Anda sudah ahli ayam atau telor?”
Bob: “Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena
saya beruntung tidak mengetahui apa-apa
Wimar: “Apakah Anda mempunyai banyak teman dibank yang bisa menyediakan modal?”
Bob: “Bagi Saya, Bank hanya untuk menabung saja…”
Wimar: “Jadi tidak betul orang membutuhkan modal untuk
membangun suatu usaha??”
Bob: “Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menterjemahkan modal itu hanya benda yang bisa dilihat dan dihitung saja, intinya uang. Sebetulnya modal utama, justru yang tidak bisa dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi
pengusaha yaitu :
1. Harus mempunyai kemauan
2. Tekad yang bulat
3. Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang di luar sana, termasuk di dalam badan kita sendiri
Wimar: “Bob, saya bertemu banyak sekali orang yang ingin menjadi pengusaha sukses. Katanya, hal itu susah sekali karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak berpihak pada pengusaha. Bagaimana ini Bob?”
Bob: “Ketiga faktor tadi belum bisa membuat seseorang untuk menjadi pengusaha sukses. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan harus tahan banting…!!!”
Ternyata modal utama untuk menjadi pengusaha sukses bukanlah “Uang” sob, bagaimana menurut Anda??
Read more:
Modal Utama Menjadi Seorang Pengusaha Sukses[Versi Om Bob] Rajwa Rafi http://rajwarafi.com/modal-utama-menjadi-seorang-pengusaha-suksesversi-om-bob/#ixzz0tpMsZEE2

Pengusaha sukses adalah seorang yang ingin menjadi sukses dalam usahanya walaupun ia belum sukses dan masih menjalaninya . Ada beberapa faktor yang menunjang untuk menjadi seorang pengusaha diantaranya :q Ilmu Ilmu dapat diperoleh dengan berbagai cara bisa dengan sekolah atau pun dari interaksi kita dalam kehidupan sehari-hari dan ilmu yang penting dalam menjalankan usaha adalah harus menguasai acconting.q On Job Training dalam usaha yang akan kita geluti guna mempelajari, melatih, meningkatkan pengetahuan kita akan bisnis yang akan diambil.Tahapan mencapainya :1. Keberanian untuk memulai usaha. Keputusan untuk berani memulai usaha sangat penting. Kalau tidak pernah berani memulai maka tak pernah ada usaha yang kita miliki .Mulailah dengan lanhkah pertama yang sederhana. Tentunya akan kita jumpai berbagai persoalan yang terkandang terasa berat untuk dijelaskan, tapi yakinlah untuk terus menjalankan bisnis walaupun harus sesekali terjatuh, layaknya kalau kita sedang belajar berjalan diwaktu kecil.2. Berani mengambil resikoSemua bisnis tentunya memiliki resiko bagai hidup itu sendiri yang bisa akan hidup atau mati. Namun dalam bisnis resiko tersbut adalah untung atau rugi.Kebanyakan dari kita hanya siap menghadapi untung dan tidak siap untuk rugi. Yang terpenting dari seorang pengusaha adalah harus siap untuk kedua-duanya atau hal yang terburuk dalam bisnisnya.3. SabarMenjalankan bisnis harus dilandasi oleh sikap sabar. Menanam modal dalam berbisnis tidaklah sama dengan bermain lottere. Bisnis harus dijalankan dengan ketekunan, kesungguhan, kedisplinan, kejujuran dan sifat sabar. Sabar dalam menghadapi segala persoalan dalam menjalankan bisnis tersebut. Semua itu memerlukan waktu berupa sifat sabar yang belipat. Sabar menunggu keuntungan dan sabar dalam menghadapi persoalan.4. Optimis Sebagai seorang pengusaha tidak boleh sedikitpun terbesit sifat pesimis, harus ditanamkan sifat optimis . sifat optimis harus menjadi sikap, perilaku dan tutur kata didalam menjalanka bisnis.5. Belajar dari pengalamanJadikan kegagalan dalam bisnis kita menjadi pelajaran untuk perbaikan kedepan dan jangan pernah berhenti6. Perluas jaringan Dalam bisnis jaringan adalah modal terbesar didalam menajlankan roda bisnis. Kiat praktis menjadi seorang pembisnis akan tetapi sebelum kiat melangkah kesana ada 4 mitos yang menghambat kita untuk menjadi pembisnis :1. Kita buka dari keturunan pebisnis seperti misal orang cina, yahudi, padang. Jadi sebenarnya siapapun bisa menjadi pembisnis.2. Harus ada bakat, yang benar adalah harus ada tekad dan kemauan3. Bisnis ada resiko yang membuat kita takut dari berbisnis, kita lebih suka menjadi pegawai negeri atau swasta walaupun modalnya besar untuk memperolehnya. Tapi kita lihat berapa penghasilan seorang pengusaha yang mengaji seorang DR misalkan. Jadilah kita orang yang memgaji orang 4. Bisnis harus ada modal, yang benar adalah bisnis dari yang kita miliki apapun sekarang q Jadi, mulailah jadi pembisnis mulai sekarang dan mulai dengan apa yang kita miliki apapun !q Bisnis harus Fokus, apa yang menjadi bisnis kita tidak semua dilakukanq Bisnis harus ada yang dijual bisa jasa atau barangq Bisnis harus ada tempat jadi cari tempat bisa punya sendiri atau sewaq Jangan mahal dan harga harus wajar q Buat marketing yang bagus dengan perencanaanq Pakai Merk cukup 1-2 kata q Pasang Merkq Buat kartu nama q Buat jaringan Dari beberapa uraian diatas ada yang sangat penting untuk diperhatikan dan itu merupakan kunci sukses kita dalam berbisnis yaitu kondisi ruhiyah kita apakah sebanding dengan usaha kita bagaimana amalan harian kita, puasa kita, qiyamulail kita, infaq kita dll. Jadi jangan salahkan bila kita sudah berusaha keras dalam bisnis tapi rezeki kita masih seret, karena pada hakekatnya Allah lah yang berkehendak terhadap hambanya apalagi kita adalah seorang muslim.

CERITA INVESTASI KONRAKAN


Rumah dan kontrakan mempunyai paduan kata dan charistek yang tidak terpisahkan, melakukan intasi rumah mungkin merupakan kaum borjuis tetapi kalau berbicara tentang kontrakan mungkin sudah tidak asing dalam daya pikir dan penerapan kita masing-masing, masalah jakarta rumah dan kontrakan sama-sama mempunyai daya grfis hunian minat sama tinggi, bedannya masalah taraf saja.

sebelum membahas masalah rumah sedikit kita mengulas masalah kontrakan , kontrakan bisa menjadi alternatif para investandard untuk meploitaskan jiwa dan niat dalam bisnis finansial masing-masing dan bahkan jiwa bisnis yang mempunyai taraf bawah sudah menghasilkan banyak income yang tinggi yang alokasiproduksikan oleh pihak manajemen keluarga secara peer to peer dapat di golongkan menjadi high incoming, sedangkan kita tahu melakukan investasi kontrakan di daerah jakarta mungkin bagusnya dengan melakukan investasi rumah. tinggal masalah kita bisa mem-plot investasi yang cocok dengan kemampuan dan prinsipil kita masing-masing....Rumah bukan hanya hunian tapi juga investasi jangka panjang. Karena itu mestinya pilihan tidak hanya didasarkan pada kenyamanan, tapi juga prospeknya di masa depan. Berkaitan dengan musim liburan , kami sengaja mengangkat tema prospek investasi rumah pada edisi Juli dengan pertimbangan, siapa tahu sembari berlibur Anda tertarik membeli rumah di kota asal.
Pilihan perumahan mencakup banyak daerah dan metro. Di manapun pilihan Anda, faktor yang menentukan prospek sebuah perumahan relatif sama: lokasi dan aksesibilitas (termasuk rencana pengembangan kota dan pembangunan infrastruktur), konsep pengembangan dan fasilitas, serta komitmen developer mewujudkan konsep itu.
Untuk thema yang saya angkat adalah investasi rumah berlokasi di jakarta
Jakarta
Lokasi dan aksesibilitas paling menentukan prospek rumah. Pilihan lokasi yang tepat membuat nilai rumah cepat melesat meskipun pengembangannya biasa-biasa saja dan tidak dilengkapi fasilitas. Contoh, rumah tipe 144/225 di Lebak Lestari Indah, Lebak Bulus (Jakarta Selatan), pada akhir 1985 ditawarkan Rp66 juta/unit.
Begitu jalan tol Pondok Pinang – Taman Mini dibangun pada 1990, harganya langsung melejit jadi Rp145 juta. Kini rumah baru di perumahan di dekatnya, dengan bangunan 42 m2 lebih luas tapi kaveling 73 m2 lebih kecil, ditawarkan Rp1,5 miliar!
Tentu besar juga pengaruh perkembangan di sekitarnya terhadap peningkatan nilai rumah itu. Terutama pengembangan permukiman elite Pondok Indah, pembangunan berbagai gedung perkantoran, apartemen, pusat belanja dan area entertainment (terakhir Citos) di Jl RA Kartini-Jl Simatupang.
Perumahan di kawasan strategis, skala pengembangan cukup luas, dikembangkan konsisten, dan lokasi di dalam kota, berpotensi naik lebih cepat. Seperti kawasan Meruya Selatan-Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Posisinya diapit Puri Indah (Kembangan) di barat dan Permata Hijau di selatan, sehingga kawasan layak menjadi alternatif mereka yang beraktifitas di Kembangan dan sekitarnya atau Senayan dan sekitarnya.
Soalnya, stok lahan di Puri Indah dan Permata Hijau sudah tipis dan hanya layak untuk bangunan tinggi. Sementara di Meruya Selatan dan Kebon Jeruk lahan masih cukup luas dan lebih murah. Kawasan akan dilalui tol JORR W2 Ulujami-Kembangan, yang tersambung dengan tol JORR W1 Kembangan-Penjaringan, tol bandara, tol dalam kota, tol Jagorawi dan Jakarta-Cikampek.
Harry Tirtakusuma, Direktur Harry Global 21, salah satu agen properti di Jakarta Barat memprediksi, jalan tol itu bisa membuat harga tanah di Kebon Jeruk mendekati Pondok Indah dalam 3-4 tahun ke depan. Harga tanah di Intercon misalnya, saat ini sudah Rp4-6 juta/m2 dibanding Pondok Indah yang Rp7 – 10 juta. “Rumah tipe 80/90 di Intercon yang tahun lalu Rp550 juta, kini sudah Rp682 juta,” katanya.
Umumnya pilihan perumahan berskala kecil. Yang luas hanya Puri Botanical Residence (130 ha) dan Taman Kebon Jeruk atau Intercon (75 ha) yang merupakan perluasan pengembangan sebelumnya, keduanya di Jl Joglo Raya. (Lihat antara lain laporan utama Estate edisi Oktober 2006).
Alternatif Kelapa Gading
Perumahan lain di Jakarta yang cukup prospektif tersebar di beberapa lokasi. Rumahnya berpotensi naik karena mendapat akses (jalan tol) dan fasilitas baru, dan skala pengembangan cukup luas dengan fasilitas lumayan.
Sebutlah Menteng Metropolitan (130 ha) di Jl Sultan Hamengkubuwono (d/h Jl Raya Bekasi), Ujung Menteng, dan Royal Residence (28 ha) di Jl Pulo Gebang (terhubung dengan Jl Sultan Hamengkubuwono), keduanya di Jakarta Timur, tidak jauh dari pintu tol Pulogebang di ruas tol Cikunir-Cakung.
Menurut Budiman Kusnandar, Marketing Manager Royal Residence, dalam di Ujung Menteng akan berdiri dua hipermarket (Giant dan Carrefour), melengkapi mal dan ruko yang ada sebelumnya. Rencana pengoperasian tol JORR E1 Taman Mini-Cikunir akan membuat akses dari lokasi ke Jagorawi dan Pondok Indah makin mudah.
“Semuanya akan mengangkat prospek kawasan,” katanya. Apalagi, pengembangan Kota Harapan Indah (1.800 ha), Bekasi, yang hanya 500 meter – 1 km dari Menteng Metropolitan dan Royal Residence, makin intens. Dengan lahan berskala kota, Harapan Indah akan dilengkapi fasilitas komplit. Yang sudah ada supermarket Alfa, sentra niaga, rumah sakit, sekolah (TK-SMU), dan sport club.
Menteng Metropolitan juga memiliki fasilitas sendiri: ruko, minimarket, food court, sekolah (TK – SMU), aneka lapangan olah taga termasuk futsal, rumah ibadah, dan arena rekreasi air Waterland.
Semua perumahan itu hanya 3-4 km dari Kelapa Gading di Jl Perintis Kemerdekaan, sehingga bisa menjadi alternatif konsumen yang belum kuat membeli rumah di Kelapa Gading. Saat ini kenaikan harga rumah di Ujung Menteng masih normal. Harga rumah tipe 96/105 di Royal Residence misalnya, pada 2005 tercatat Rp362 juta, dibanding tipe 45/90 yang tahun ini dipasarkan Rp331 juta.
The City Resort dan Taman Semanan (135 ha) di Jl Kamal Ring Road, serta Daan Mogot Baru (70 ha) di Jl Daan Mogot, semuanya di Jakarta Barat, serta Bukit Golf Mediterania di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara juga menarik karena akan dilalui tol JORR W1 yang dalam tahap konstruksi. Ujung jalan tol itu berada di kawasan PIK.
“Bukit Golf saya kira paling prospektif karena lahannya masih luas dan punya view laut,” kata Yohanes, senior marketing Roy Weston Sunter. Hanya harga tanahnya sudah mahal, antara Rp5-7 juta/m2, menyamai kawasan Summarecon Kelapa Gading yang sudah menjadi kota dalam kota dengan fasilitas lengkap.
Bodetabek
Sementara di Bodetabek pertumbuhan perumahan ada di Bintaro-Serpong, Cinere-Sawangan, Cibubur-Sentul, dan Bekasi (timur, barat, dan utara). Ulasan mengenai prospek keempat kawasan itu berikut pilihan perumahannya, bisa dibaca antara lain di laporan utama edisi Oktober 2006 dan Pasar Properti edisi Mei 2007.
Kawasan Cibubur dengan pusat pengembangan di Jl Trans Yogi, melesat nilainya sejak dikembangkannya Kota Wisata (700 ha) pada 1997. Iklim kawasan mendekati Bogor tapi dekat ke Jakarta dengan akses utama pintu tol Cibubur itu. Suasana kawasan sudah ramai dengan fasilitas komplit.
Gengsinya makin naik karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdiam di Jl Letda Nasir (d/h Jl Cikeas), beberapa ratus meter dari Jl Trans Yogi. Hanya seiring makin banyaknya fasilitas dan macetnya lalu lintas di kawasan, dalam 3-4 tahun terakhir kenaikan nilai rumah di Cibubur relatif kecil.
Misalnya, rumah tipe 143/180 di Mahogany Residence (11 ha) yang pada 2004 dibeli Rp500-an juta, kini bisa laku Rp750-an juta. “Kenaikan bisa lebih tinggi kalau jalan di kawasan diperlebar dan ditata berikut sistem drainase dan trotoarnya,” kata Henny Hendrawan, Marketing & Sales Director Mahogany.
Johnny Suwandi, Senior Promotion & Sales Manager Legenda Wisata (130 ha) menambahkan, bila setiap tahun 1.000 penghuni baru di Jl Trans Yogi membeli mobil, lalu lintas di kawasan ke depan akan makin kisruh. Karena itu penataan dan pelebaran jalan serta fasilitas dan lalu lintasnya mutlak. Ada 10 perumahan yang masih dipasarkan di Cibubur, belum terhitung yang berada di jalan-jalan kecil yang terhubung dengan Jl Trans Yogi dan di Jl Cileungsi-Jonggol.
Untuk mengurangi handicap kawasan itu, Kota Wisata membuka gerbang baru di Jl Ciangsana, salah satu jalan dari Jl Trans Yogi menuju Jatiasih, Bekasi Barat. Jadi, selain melalui pintu tol Cibubur, penghuni bisa ke Jakarta lewat pintu tol Jatiasih di Jl Wibawa Mukti.
Kota Wisata juga memperlebar Jl Ciangsana dari pertigaan Jl Trans Yogi hingga gerbang baru itu sepanjang 4 km. “Kami berharap Pemkab Bogor dan developer lain memperbaiki jalan dari gerbang kami ke Jatiasih,” kata Elena Trisnawati, GM Marketing & Commercial Kota Wisata.
Masjid emas
Sementara prospek Cinere-Sawangan, menurut Leonard S, Marketing Development PT Cisadane Perdana, developer Telaga Golf Sawangan, terbantu dengan dibangunnya jalan layang Ciputat. “Melalui jalan layang itu dari Lebak Bulus ke Sawangan melalui Ciputat dan Cinangka bisa setengah jam,” katanya.
Tapi, kenaikan rumah akan lebih signifkan bila tol Depok-Antasari dan Cinere-Jagorawi beroperasi, karena melalui dua jalan tol itu kedua kawasan mudah diakses dari timur (Jagorawi), barat (Serpong), Jakarta Selatan, dan Bogor. “Kenaikannya bisa naik 25-50 persen per tahun,” lanjutnya.
Kapasitas jalan yang terbatas juga menjadi kelemahan Cinere-Sawangan. Fasilitasnya juga sedikit karena perumahan rata-rata berskala kecil. Karena itu kenaikan nilai rumahnya biasa-biasa saja. Agak mending Cinere, lebih dekat ke Jakarta dan dilengkapi ruko, mal dan rumah sakit. Itu sebabnya di Cinere harga kavelingnya sudah Rp1,5 juta/m2, di Sawangan rata-rata baru Rp1 juta.
Tapi, menurut Romanus Susilo, member broker Era Purnama yang menggarap pasar Cinere, harga tanah di Jl Limo sudah mulai naik, dari Rp400 – 500 ribu menjadi Rp700 ribu – 1 juta/m2. Pembangunan ruko baru juga mulai bergeser ke sana. “Kalau jalan tol jadi pasti makin ramai. Apalagi, karena ada masjid emas itu, jalan dari Karang Tengah – Sawangan akan dilebarkan 24 meter,” katanya. Yoenazh, Bunga, Amel, Samsul, Diyah
Bintaro-Serpong Paling Asyik
Yang paling asyik prospeknya koridor Bintaro-Serpong, karena didukung infrastruktur dan fasilitas paling baik. Untuk transportasi ada jalan tol Serpong-Pondok Pinang-Jagorawi atau Jakarta-Tangerang, serta jalur kereta yang sudah double track dengan kereta ber-AC. Itu masih akan ditambah jalan tol Cinere-Serpong sampai bandara, dan tol JORR W2.
Dengan akses yang sangat baik itu Bintaro dan Serpong bisa menjadi alternatif Pondok Indah dan Cilandak di Jakarta Selatan, atau Kembangan dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat. Karena skala perumahan serba luas, sebutlah Alam Sutera (700 ha), Summarecon Serpong (450 ha), Paramount Lake (450 ha), Melatimas Residence (300 ha), BSD City (4.500 ha), sampai Bintaro Jaya (2.300 ha) dan Graha Raya (350 ha), fasilitas kawasan juga lengkap. Pengembangan perumahan pun relatif konsisten.
“Di Serpong dalam tiga tahun terakhir kenaikan harganya antara 15-20 persen setahun,” kata Nelius Sinarta, dealer properti yang banyak beroperasi di Serpong. Misalmya, harga tanah di The Green, BSD City, tiga tahun lalu baru Rp1,1 juta/m2 kini sudah Rp2 juta. Peningkatan serupa terjadi di Bintaro.
Bekasi
Sementara Bekasi Timur melesat prospeknya oleh kehadiran Grand Wisata (1.100 ha), yang jeli melihat munculnya kebutuhan terhadap hunian menengah atas di Bekasi Timur, dengan menawarkan perumahan berskala kota dengan kehijauan dan keragaman fasilitas sebagai fokus pengembangan. Aksesnya dibenahi dengan membangun pintu tol baru di km 21 jalan tol Jakarta-Cikampek yang sekarang sudah rampung.
Jangan heran nilai rumahnya naik cepat. “Harga tanah di Grand Wista sudah Rp1,3 juta dari 2,5 tahun lalu Rp600 ribu,” kata Josidha Kusuma, GM Marketing Grand Wisata. Harga rumah di perumahan di sekitarnya pun ikut terangkat.
Demikian pula perumahan di sekitar Jatiasih, Bekasi Barat, terangkat pamornya setelah adanya tol JORR seksi E1. “Sebelumnya perumahan di sini kurang berkembang,” kata Marla Sanger, member broker Era Ekspres yang sedang memasarkan perumahan Art Regency (22 ha) di Jl Dr Ratna, Bekasi.
Contoh, waktu tol baru akan dibangun (2004), harga rumah tipe 95/144 di Puri Gading yang dekat dengan pintu tol Jatiwarna baru Rp236 juta. Kini dengan luas bangunan lebih kecil (68/144) harganya sudah Rp335 juta. Melalui jalan tol itu kawasan Jatiasih yang minim fasilitas mudah dicapai dari Taman Mini, Cibubur, Pondok Indah, dan pusat Kota Bekasi di Jl A Yani yang ditaburi banyak fasilitas.
Dan semuanya yang saya ceritakan diatas melakukan inventasi rumah sangat menguntungkan yang mempunyai daya tarik grafis yang sangat tinggi.
Dan tidak salah bagi kita golongan kecil dan menegah melakukan investasi kecil-kecilan seperti yang pernah saya lakukan yakni melakukan investasi pembelian rumah kontrakan kecil dan kita pros….menjadi suatu rumah kontrakan besar…… dan tidak dapat dipungkiri investasi tersebut sudah mendapat benefit yang sangat memadai, dalam kehidupan mini seperti kita…..
Hal itu memang sangat diyakinkan oleh banyak pihak tetapi masih jarang yang telah melakukannya sehingga semua man untuk tidak takut melakukan investasi kontrakan mini……dicobasaja pasti dapat untuk.

Tuesday, July 6, 2010


Unemployment./Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, istilah ini muncul dari berbagai ground, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.
Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan manuasia akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemelaratan, kemiskinan dan tidak tertutup akan muncil kriminalitas dan banyak masalah-masalah social lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan
politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Akibat jangka panjang adalah menurunnya
GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Friday, July 2, 2010


4 Cara Memilih Bisnis Yang Sesuai Dengan Tujuan Hidup Anda(4 Way Of Chosening Business Matching With Your Life Target)


Keinginan memulai bisnis begitu menggelora di dada.
Peluang usaha di depan mata begitu banyaknya. Apalagi kalau kita langganan majalah bisnis, tabloid bisnis, atau koran bisnis yang banyak menawarkan peluang usaha. Kita dibuat bingung, mau memilih bisnis yang mana. Kebingungan memilih bisnis / usaha menjadikan kita malah tidak segera memulai usaha yang kita idamkan (desire start the business so billow in chest. Opportunity of is effort before very eyes so much. And surely if we subscribe the bag business, or other business is which is a lot of offering opportunity of[is effort. Sometime we confuse to chosen the business we to run the. Muzziness chosen the business make the us oppositely,also do not immediately launch out which we crave.)

Bagaimana cara memilih usaha atau bisnis yang cocok dengan tujuan hidup ? Sehingga saat Anda dihadapkan pada sekian banyak peluang, Anda bisa memilih bisnis yang cocok dengan tujuan hidup Anda. Anda tidak akan lagi bingung, apalagi tidak jadi memulai.( How to chosen the effort or business which fitt in with the target live ? So that Your moment is given on to so much opportunity, You can chosen the business which fitt in with the Your life target. You will not again confuse, and surely do not become to start.)

Berikut penjelasannya(following its clarification)

Di rumah, saya cukup banyak langganan majalah, tabloid dan koran bisnis. Banyak sekali tawaran-tawaran peluang usaha di media tersebut. Dulu, saat saya belum memiliki pedoman ini, saya juga bingung dengan tawaran-tawaran itu. Semua kelihatannya menarik dan menjanjikan. Apalagi melihat tawaran-tawaran franchise, yang biasanya menyodorkan analisa usaha dengan menunjukkan profit yang menarik.( At home, I am quite a lot magazine customer, tabloid and business newspaper. A lot of opportunity bargain is effort in the media. First, my moment not yet owned this guidance, I also confuse with that bargain. All seen to be draw and promise. And surely seeing bargain franchise, what usually promote the analysis of effort by showing interesting profit.)

Sekarang dengan pedoman di bawah ini, saya bisa langsung menetapkan apakah peluang usaha tersebut cocok untuk saya ambil atau tidak.( Now with the guidance hereunder, I can be direct specify whether/what the effort opportunity suited for I take or not.)

Inilah pedoman yang saya gunakan yang mungkin berguna bagi Anda L This is guidance which I use which possible good for You

Tetapkan tujuan financial Anda terlebih dahulu (1. Specifying Your target financial beforehand.)

Dalam mencapai kesuksesan di bidang apapun, menetapkan tujuan menjadi langkah pertama yang harus Anda lakukan. Tetapkanlah tujuan financial Anda terlebih dahulu. Tujuan financial maksudnya adalah hasil kekayaan seperti apa yang ingin Anda capai dalam hidup Anda.

Tujuan financial hendaknya Anda tulis, jangan hanya ada di angan-angan. Menulis tujuan financial akan lebih memudahkan Anda mengingat setiap saat. Dan jika Anda bisa mengingat setiap saat tujuan financial Anda, maka semangat dan tindakan Anda akan lebih mengarah ke tujuan tadi.

Contoh tujuan financial : “saya ingin mendapatkan penghasilan pasif dalam 10 tahun ke depan sebesar Rp 1 milyar per bulan, tanpa saya harus bekerja keras”



Tujuan financial, pasti akan menyesuaikan dengan tujuan hidup Anda. Sebagai contoh, saat Anda ingin membantu 1000 fakir miskin 10 tahu mendatang, maka Anda sudah memiliki bayangan berapa penghasilan yang ingin Anda capai

Pilih bisnis yang sesuai dengan tujuan financial

Nah, sekarang langkah kedua. Setelah Anda menetapkan tujuan financial, Anda bisa memilih bisnis yang sesuai dengan tujuan financial tadi. Saat Anda saat ini mengetahui ada 10 tawaran peluang usaha, Anda bisa menetapkan mana usaha yang sesuai dengan tujuan financial tersebut.

Kalau mengacu contoh tujuan financial di atas, Mana diantara 10 peluang usaha tadi yang dalam waktu 10 tahun bisa menghasilkan Rp 10 milyar per bulan, tanpa kerja keras. Pasti tidak semuanya bukan ?

Jika sebuah usaha tidak bisa membantu kita mencapai tujuan financial, kenapa harus dilakukan ? Sifat serakah manusia kadang menjadikannya selalu menerima tawaran peluang usaha yang datang. Sehingga kadang ia melupakan hakikat tujuan financial yang sudah ia tetapkan. Bisnis yang tidak bisa membantu Anda mencapai tujuan financial Anda, hanya akan menghabiskan waktu, energi dan pasti uang Anda. Karena itu, Katakan tidak pada bisnis yang tidak sesuai dengan tujuan financial Anda


Pilih bisnis yang Anda Semangat melakukannya

Saat Ada telah memilih bisnis atau usaha yang sesuai dengan tujuan financial, pertanyaannya adalah, apakah Anda semangat menjalankan bisnis tersebut ? Bisnis yang bisa mendatangkan profit melimpah, tapi Anda tidak semangat melakukannya, biasanya bisnis tersebut tidak bisa bertahan lama. Kesuksesan hanya bertahan pada mereka yang memiliki semangat untuk menjalankannya.

Bagaimana cara membangkitkan semangat bekerja pada bisnis yang tidak kita sukai, tapi bisnis tersebut menghasilkan profit besar ? Cara yang biasa saya lakukan adalah mengaitkan bisnis tersebut dengan cita-cita mulia saya. Saya meyakinkan diri saya bahwa saya harus menyukai bisnis ini dan bersemangat menjalankannya, karena profit dari bisnis ini besar dan bisa mendukung cita-cita mulia saya. Cita-cita mulia misalnya : membantu fakir miskin, anak yatim, menciptaka lapangan kerja, dll. Dengan begitu, saya menjadi bersemangat.

Segera lakukan, jangan menunggu

Anda telah memiliki tujuan financial, sudah memilih bisnis yang sesuai dengan tujuan tersebut, dan Anda semangat menjalankannya. Langkah terakhir lakukan saja. Segera mulai bisnis Anda. Cara cara agar Anda mudah memulainya. Belajar dari mereka yang sudah sukses. Cari referensi-referensi dari berbagai sumber yang mempercepat kesuksesan Anda.

Jangan menunda untuk memulai usaha yang Anda idamkan. Tidak perlu menunggu semua persiapan sempurna. Karena kesempurnaan tidak akan pernah datang. Segera lakukan saja, dan terus belajar. Kesuksesan tidak akan pernah datang tanpa Anda memulainya.

ARTI SEBUAH GELAR
(by:Jekson Sitorus,S.T,MM)

Dalam kehidupan arti sebuah gelar seperti menjadi sebuah kewajiban yang harus menempel pada sebuah "Nama" yang telah diberikan orang tua ketika anak manusia lahir. Gelar adalah sebuah kewajiban bagi mereka yang memiliki jabatan atau seorang berharta yang ingin kelihatan lebih terhormat, bagi mereka yang tak sempat mempunyai gelar tentu mereka akan membelinya. Gelar adalah label yang tidak boleh tidak harus di sebutkan atau di tuliskan mengikuti nama lahir di setiap situasi dan kondisi, karena itu bisa menunjukan "kasta" seseorang dalam masayarakat dan lingkungannya. Melihat kondisi sekarang ini hampir setiap institusi baik itu pendidikan maupun bukan dengan senang hati akan memberikan gelar kepada seseorang, dan dapat diyakini gelar itu tidaklah "gratis". Kita melihat hampir semua caleg, pejabat dan tokoh masyarakat dipastikan memiliki gelar, dari gelar berbau keagamaan seperti "HAJI atau Pendeta" sampai gelar prestisius di bidang pendidikan seperti "PROFESOR".dan banyak lagi.Secara prinsipnya Gelar itu Mahal dan selalu dibanggakan disaat bagaimanapun dan memang gelar itu di ambil bukan gratis melainkan melalui perjuangan yang didukung oleh materi, jadi seseorang yang sudah mempunyai gelar tidak akan senang jika manakala gelarnya tidak dicantumkan .Secara kasak mata kita bisa melihat khususnya di Negara Indonesia sendiri, Gelar yang sangat laris manis adalah gelar "HAJI", dan Hajjah” yang selalu disingkat dengan “H” dan “Hj” dan satupun diantara mereka tidak ada yang senang jika gelar tersebut di copot ataupun tidak dituliskan sebagai tambahan namanya, dan akan tersinggung jika "label" itu tak di sebutkan ketika menyebutkan nama sang pak haji ataupun Bu Hajjah” Kenapa orang tidak senang jika hal tersebut diatas misalnya pak haji??jawabannya sederhana, karena haji itu mahal, ini masuk akal karena biaya berangkat naik haji di indonesia adalah yang PALING MAHAL di dunia. jadi "gelar haji itu mahal". sehingga di pedesaan pak haji bukan hanya seorang yang ilmu agamanya tinggi tapi juga menandakan orang itu termasuk berharta. padahal gelar haji tak pernah mencerminkan tingkat keimanan seseorang, gelar itu seperti sebuh gelar "pasaran" sehingga seorang bupati, gubernur, bahkan presiden pun, menempelkanhuruf "H" d depan namanya. pertanyaannya adalah, adakah seseorang yang pernah haji tak mau di panggil "pak haji"....???? perlu di catatat gelar ini HANYA ada di indonesia.Gelar lain yang banyak di sandang di Indonesia adalah gelar dari bidang akademis, seperti prof, DR, SPd, dr, dll.....dulu sebelum milenium gelar di bidang akademis lebih singkat seperti "Drs" mencerminkan keilmuan teori atau "Ir" yang mencerminkan teknik. Label ini biasanya di letakan di depan nama. Tapi gelar ini banyak di gugat karena tidak mencerminkan kemampuan seseorang di bidangnya. sehingga muncul banyak gelar yang di keluarkan berbagai disiplin ilmu tertentu di kampus, seperti "SH" untuk sarjana hukum, "Ssi" untuk yang berhubungan ilmu pengetahuan.Anehnya dalam masalah gelar inipun salah dalam penulisan, coba lihat kenjangan "Ssi" sarjana science, saya yakin sebodoh-bodohnya orang tau itu gabungan 2 bahasa, kenapa tidak Sip (sarjana ilmu pengetahuan), orang itu ingin kelihatan internasonal, padahal terlihat rancu dari tata bahasa.sehingga banyak pelesetan untuk gelar gelar akademis seperti Ssi (sarjana sok intelek), Spd (sarjana pak d(g)uru), atau Amd (ahli manipulasi data).semakin tinggi gelar maka akan semakin banyak pula label yang menempel di namanya, sehingga terlihat lebih panjang geelar daripada namanya, contohnya rektor bernama Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD (UGM), atau nama Prof.Dr.Mochtar Kusumaatmadja, S.H.,LL.M. (Emeritus) pengajar di unpad.tapi biarlah orang bahagia dengan gelar yang di miliki atau yang tengah di kejarnya.saya mungkin termasuk anak manusia yang tengah mengejar gelar, sehin gga saya kadang lupa apa yang sedang saya cari gelar atau ilmu.yang masih membuat saya penasaran, adakah dari para pemilik gelar prestisius itu menghayati falsafah ilmu padi, yang semakin berisi semakin santun?????
Mungkin blog ini ada yang membaca silahkan memberikan tanggapan atau ulasan banyak sedikit mengenai arti sebuah Gelar

Terimakasih
Jekson Sitorus,S.T,MM

Thursday, July 1, 2010


saya bingung mau jadi PNS ato swasta

sedikit ada cerita nih...

Beberapa hari berganti bulan dan bulan berganti tahun ya diriku masih aja gak punya pekerjaan tetap. Bekerja sebagai PNS atau Swasta mana yang anda pilih?
Sebenarnya kenapa sekian banyak orang berpikiran mempunyai pekerjaan PNS itu lebih baik daripada pekerjaan lainnya (sorry kalau tersinggung cuma membagi permikiran hati). Sebagai contoh untuk lebih bisa anda pahami apa yang sedang saya pikirkan dalam hati yang gak karuan bentuknya ini. Di banyak stasiun berita (wah mengulang kata banyak) PNS terjaring razia kedisplinan oleh para petugas (sorry petugasnya saya tidak tahu apakah SATPOL PP atau bukan pokoknya berwenanglah) membolos dari pekerjaannya malah asyik di pertokoan mencari barang-barang bagus. Kan tidak memberikan contoh yang baik kepada kita semua. Apakah ini pekerjaan yang mereka cari (para calon PNS)?
Lihat saja para pekerja lepas ataupun swasta mereka bekerja dengan giat terkadang tanpa kenal lelah (beribadah tetep jalan bukannya nonstop gile loe). Walaupun tidak sedikit dari masyarakat kita memandang sebelah mata pada pekerjaan mereka. Sungguh menyayat telinga eeh hati deng. Yaaah memang saya sendiri juga tidak tahu tentang apa yang mereka pikirkan tentang apa pekerjaan yang memang dapat dibanggakan. Jadi pendapat anda bagaimana?Kalau saya sih bingung????

Wednesday, June 30, 2010


Manusia sering salah dalam menilai harga dirinya, kadangkala terlampau tinggi, kadangkala terlalu rendah. Sangat jarang seseorang dapat dengan tepat menilai harga dirinya. Sebagai sebuah contoh perenungan mari kita lihat kesalahan orang dalam menilai harga dirinya, yaitu dalam keluarga.
Seorang suami cenderung merasa bahwa dia lebih bernilai dari istrinya, sebab suami merasa dia adalah orang yang mencari uang. Jadi karena suami merasa semua kebutuhan keluarga baru bisa dipenuhi karena uang yang diperolehnya maka dia berpikir dirinya lebih berharga daripada istrinya. Perasaan lebih berharga ini kemudian diwujudkan dalam bentuk tindakan-tindakan yang menempatkan istrinya lebih rendah dari suami. Ketika makan harus dilayani istri, jika tidak dilakukan suami marah. Ketika istri minta uang, dengan gaya interogasi menanyakan untuk keperluan apa uang yang diminta tersebut. Bahkan tidak jarang ada suami yang tidak mengijinkan istrinya mengambil putusan apapun dalam keluarga, semua harus suami yang memutuskan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Hal ini dianggap wajar dalam sebuah hubungan suami istri, padahal ini adalah wujud dari penilaian suami yang terlampau tinggi pada dirinya. Suami merasa wajar kalau harga dirinya lebih utama dari istrinya.
Situasi ini dalam kasus tertentu bisa berganti posisi yaitu istri yang merasa dirinya lebih bernilai dibandingkan suaminya. Coba kita pikirkan secara mendalam, benarkah jika orang yang bekerja lalu menghasilkan uang, dia lebih berharga dibandingkan orang yang tidak bekerja? Jika perbandingan ini dilakukan diantara orang bekerja dan pengangguran, maka jawabannya, ya. Namun apabila perbandingan ini dilakukan dalam hubungan suami istri, maka telah terjadi kesalahan yang fatal. Suami dan istri dalam sebuah keluarga tidak ada yang lebih utama, mereka sejajar. Jika hubungan ini tidak sejajar maka keluarga ini tidak beres. Suami yang bekerja dan mendapatkan uang tidak berhak mengklaim dia lebih berharga dibanding si istri. Suami bekerja dan punya uang itu sudah menjadi kewajibannya. Apa yang merupakan kewajiban tidak bisa kita tuntut sebagai sebuah keunggulan.
Sebagai ilustrasi: tukang becak kita bayar lalu dia antar kita ke tujuan, sesampai di tujuan apakah boleh tukang becak tersebut berkata saya berjasa sudah mengantar penumpang. Tukang becak tidak dapat mengatakan dia sudah berjasa, karena dia wajib mengantar penumpang yang sudah membayarnya. Sebuah pelaksanaan kewajiban tidak bisa dikatakan perbuatan yang hebat. Orang tua wajib mengurus anaknya, maka ketika orang tua mengurus anak dengan baik itu bukanlah hal-hal yang harus mendapat penghargaan, hal itu sudah seharusnya dan biasa saja. Jadi boleh saja suami minta dilayani istrinya, namun dalam sudut pandang bahwa suami merasa perlu adanya orang yang menolong dia. Sebaliknya istri mau melayani suami karena mau menjadi penolong suami.
Kegagalan dalam menilai harga diri secara tepat ini menjadi sumber dari kehancuran dalam banyak rumah tangga. Ketika seseorang merasa harga dirinya lebih tinggi dari orang lain maka cenderung orang tersebut akan mendominasi orang lainnya. Setelah kita melihat fakta bahwa di dalam hubungan suami-istri persoalan harga diri seringkali salah tempat, tapi untuk selanjutnya pembahasan tidak akan mengenai persoalan harga diri dalam keluarga. Namun kami ingin mencari akar dari salahnya persepsi manusia akan harga diri dan bagaimana Tuhan memperbaiki kesalahan manusia ini.
Sejarah penyimpangan manusia sehingga gagal untuk bisa menilai harga dirinya dengan tepat adalah saat manusia ingin seperti Apa. Pada saat manusia diciptakan , maka terjadi suatu hubungan yang istimewa antara pencipta dan ciptaan. Namun hubungan istimewa ini tidaklah berarti bahwa terjadi kesetaraan antara pencipta dan ciptaan. Pencipta adalah otonom, Dia tidak tergantung kepada ciptaan. Keberadaannya mandiri, bebas dari intervensi siapapun karena Dia yang berdaulat.
Pencipta tidak bisa diatur karena Dia adalah aturan itu sendiri. Sedangkan ciptaan adalah makhluk yang bergantung kepada pencipta. Ciptaan tidak mandiri namun tunduk pada pencipta dan diatur oleh pencipta. Keberadaan manusia dalam taman eden adalah wujud daripada kesempurnaan yang diberikan pencipta dalam menempatkan ciptaan. Namun kesempurnaan rancangan pencipta di hancurkan oleh ambisi manusia. Ciptaan yang sempurna menjadi gagal dihadapan pencipta yaitu ketika menerima tawaran iblis supaya harga dirinya meningkat menjadi sama dengan pencipta.
Manusia yang dijadikan dari tidak ada menjadi ada ingin supaya menjadi setara dengan penciptah yang maha ada. Ketika pikiran ingin menjadi seperti pencipta ini diwujudkan maka bukan keberhasilan yang diperolehnya namun sebuah kegagalan yang didapatkan. Ketika manusia gagal dan dinyatakan sudah berdosa, maka ukuran harga dirinyapun menjadi kacau. Ambisi manusia untuk menjadi seperti pencipta terus tertanam menjadi sifat egois, mau menang sendiri, merasa dirinya lebih utama dari yang lain dan ini terus diturunkan dari generasi ke generasi. Oleh karena persoalan harga diri, bangsa dengan bangsa berperang. Karena harga diri Hitler menjadi pembantai 6 juta orang Yahudi. Demi harga diri terjadi pembantaian suku suku dan etnis diberbagai belahan dunia. Oleh karena harga diri banyak orang rela membunuh orang lain demi membela iman kepercayaannya.
Harga diri manusia harus dikembalikan pada posisi yang tepat, untuk hal ini pencipta sangat mengerti. Harga diri manusia oleh pencipta mau dikembalikan pada posisi yang sebenarnya yaitu sebagai ciptaan yang berharga di mata pencipta. Apa tindakan pencipta, untuk mengembalikan posisi manusia? tetapi ini adalah tindakan pencipta yang mau menurunkan harga dirinya sehingga sama dengan manusia

Karakter Seorang Pemimpin HR Department
HR Department atau yang juga sering disebut Departemen Sumber Daya Manusia adalah bagian tak terpisahkan di dalam sebuah perusahaan. Hampir semua perusahaan memiliki HRD atau divisi yang memiliki fungsi yang serupa. HRD adalah salah satu departemen yang memberi support untuk mengelola sumber daya manusia sebuah organisasi.
Di tangan HRD terletak power dan tanggung jawab untuk mengenali sumber daya manusia yang sesuai, lalu menseleksi kelayakan mereka sebelum bergabung dan ditempatkan di posisi yang sesuai dalam perusahaan. Dengan kata lain, mereka memegang tanggung jawab untuk merekrut dan menseleksi.
Seiring dengan dinamika perkembangan dunia kerja dan organisasi, tidak dipungkiri HRD memiliki tanggung jawab yang makin luas dalam mendukung kelangsungan operasional perusahaan. Tidak hanya sekedar bertugas untuk menyeleksi calon karyawan saja, melainkan sampai dengan merumuskan konsep dan strategi untuk meningkatkan kualitas karyawan, mengembangkan dam mengelola administrasi HR dengan membuat peraturan, kebijakan dan prosedur, appraisal serta tugas administratif lainnya. Lalu tugas yang tidak kalah pentingnya adalah yang mengelola prosedural gaji dan benefit serta hubungan antar karyawan.
Semakin kompleksnya tanggung jawab divisi ini disebabkan karena perusahaan semakin memberikan perhatian bagi peningkatan kualitas, moral dan kepuasan bekerja karyawan mereka. Faktor-faktor tersebut diatas sangat mempengaruhi performa kerja karyawan yang mau tidak mau berimbas pada produktifitas perusahaan.
Penting dan kompleksnya tanggung jawab dalam divisi ini memunculkan pertanyaan seperti apa professional yang kompeten dan tepat untuk memimpin divisi ini? Kualitas apa yang sebaiknya dimiliki seorang manager HRD?
Seringkali ada argumentasi mengenai pribadi yang paling tepat untuk memimpin HRD. Beberapa kalangan lebih memilih untuk menempatkan seorang professional yang telah memang tumbuh dengan latar belakang di bidang HR dengan alasan bahwa mereka lebih mengenali bidang ini secara keseluruhan. Namun ada pula kalangan yang memandang bahwa professional yang pernah bekerja di operasional perusahaan adalah orang yang tepat karena aspek operasional yang dimiliknya bisa menjadi jembatan antara HRD dengan departemen lainnya dalam perusahaan. Dengan kata lain akan lebih mudah dan bijaksana untuk menerapkan kebijakan HR bila mengenali kepentingan, kebutuhan dan culture dari departemen lain.
Terlepas dari pribadi yang paling tepat untuk memimpin HRD, ada beberapa karakter yang seharusnya dimiliki oleh seorang manager HRD. Nadler dan Wiggs (1986) mengidentifikasikan beberapa karakter utama tersebut.
Seorang HRD manager harus mempunyai kemampuan untuk menciptakan aktifitas-aktifitas yang mendukung perkembangan karyawan. Seperti training atau pelatihan yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan karyawan.
HRD manager juga harus mampu menyusun prioritas aktifitas departmentnya untuk 1 – 3 tahun ke depan, dengan membaca situasi dan trend yang berlaku.
Kemampuan untuk mengenali struktur organisasi apa yang paling pantas bagi HRD perusahaan tertentu juga kemampuan yang dirasakan penting.
Kemampuan komunikasi yang efektif juga sangat krusial dalam mengelola staff dan berkomunikasi dengan para pemimpin.
HRD manager juga diharapkan bisa untuk mengenali dan mengembangkan sistem informasi yang tepat bagi departemennya.
Kemampuan untuk mengembangkan deskripsi pekerjaan yang berorientasi pada misi perusahaan. Hal itu sebaiknya juga didukung dengan kemampuan untuk mengembangkan pelatihan, pengembangan dan pendidikan yang bertujuan untuk membuat staff nya berkembang.
Memberikan contoh nyata dalam perbuatan dan tingkah laku sehari-hari. Bila seorang HRD manager mengajarkan pentingnya partisipasi dan kepemimpinan yang terbuka, ia harus mempraktekkan hal tersebut dalam kepemimpinannya sehari-hari.
Seorang HRD manager juga harus kompeten secara teknis, praktikal dan berorientasi pada aplikasi.
HRD manager juga harus memiliki kemampuan untuk membangun kepercayaan diri para stafnya dengan memberikan mereka kesempatan untuk jadi bagian dalam pengambilan keputusan dan memberikan kesempatan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Hal ini berkaitan erat dengan delegasi tugas dan tanggung jawab.

Mencetak Manusia Berkarakter
Oleh Indira Permanasari
Sudah 150 tahun usia sekolah Santa Ursula di Jalan Pos, Jakarta. Ribuan murid silih berganti memasuki bangunan bergaya kolonial itu. Mulai dari saat anak masih datang ke sekolah menumpang kuda, seperti dalam foto tua yang ditunjukkan Kepala SMA Santa Ursula Moekti K Gondosasmito OSU, MEd, hingga kini menumpang kendaraan roda empat.
Sejumlah fasilitas juga berubah demi menyesuaikan kehendak zaman. Akan tetapi, satu hal yang tidak banyak berubah, yaitu roh pendidikan membangun manusia seutuhnya, baik intelektualitas, karakter, maupun kepekaan sosial.
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta Swasono yang menempuh pendidikan menengah pertama dan atas di sana pada pertengahan tahun 1960-an pernah merasakan didikan para suster.
”Saya mendapatkan perlakuan yang sama dengan anak lain. Ikut kerja bakti bersama anak- anak lain dan kalau salah ya disetrap. Saya paling ingat kebagian kerja bakti menggosok WC di samping kantor kepala sekolah dan menimba air di sumur,” kenangnya.
Dia juga menikmati cara para guru mengajar di sana. Bagaimana para guru menularkan semangat belajar dan bekerja keras. Saat belajar ilmu falak, misalnya, Meutia ingat mendapat pekerjaan rumah tentang matahari. Selama satu minggu murid wajib berdiri di satu titik dan mengamati matahari terbit.
”Setiap pukul enam pagi teng, saya mengamati pergeseran matahari dan menggambarkan posisinya,” ujarnya. Pentingnya ilmu, disiplin, kerja keras, dan budi pekerti menjadi pengalaman yang terekam di benaknya.
Didirikan suster Ursulin
Sekolah Santa Ursula di Jalan Pos didirikan tahun 1859 oleh para suster Ursulin di Indonesia. Ordo Santa Ursula mulai berkarya di Indonesia pada tahun 1856. Di Indonesia terdapat sekitar 15 yayasan di bawah Ursulin Indonesia yang menaungi sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di Jawa dan luar Jawa.
Salah satunya adalah sekolah Santa Ursula di Jalan Pos yang menyelenggarakan pendidikan dari TK hingga SMA. Saat ini terdapat sekitar 5.000 anak menempuh pendidikan di sana.
Kedisiplinan dan prinsip egaliter termasuk kenangan yang membekas di benak Renata Arianingtyas, alumnus Santa Ursula angkatan 1990.
”Murid dan guru yang tidak masuk sekolah harus membawa surat izin dan lapor langsung ke suster kepala sekolah. Murid dan guru berbaris mengantre bersama-sama laporan ke suster. Kejujuran menjadi penting,” ujar Renata, alumnus sekaligus Program Manajer untuk Human Right, Citizenship, dan Equality Yayasan Tifa.
Soal disiplin itu masih berlaku sampai sekarang. ”Ada yang bilang sekolah Santa Ursula itu seperti di penjara dengan seragam kotak-kotak hijau. Namun, kita enggak merasa begitu kok. Kita diberikan kebebasan berpikir dan berekspresi,” ujar Dita, salah seorang murid kelas III SMP Santa Ursula.
Urusan kedisiplinan jangan dianggap main-main di sekolah itu. Rok tidak boleh naik di atas lutut dan kaus kaki tidak boleh menutupi betis. Dilarang makan dan minum di dalam kelas. Pengumpulan tugas tepat waktu. Selalu mengenakan seragam di lingkungan sekolah. Tepat waktu datang ke sekolah. Dilarang mencontek atau keluar dari sekolah. Buanglah sampah pada tempatnya, dipisahkan antara sampah organik dan nonorganik. Itu hanya sebagian ”aturan main”.
Kepekaan sosial
Di sekolah itu pula, para lulusannya diasah kepekaan sosialnya. Renata masih mengingat bagaimana suster berani mengambil jam pelajaran dua hingga tiga minggu untuk retret dan live-in atau tinggal bersama warga di komunitas tertentu yang berbeda dari keseharian para murid. Lewat kegiatan tersebut, mereka juga dibiasakan berpikir kritis.
”Biasanya mendekati akhir tahun ajaran di kelas III anak- anak sekolah lain sedang sibuk drilling mempersiapkan ujian akhir, tetapi kami malah pergi ke desa dan merasakan tinggal bersama warga. Anak Sanur (Santa Ursula) banyak yang berasal dari kelas menengah dan atas. Lewat pengalaman tersebut, siswa belajar bahwa ada realitas yang berbeda,” ujarnya.
Asahan kepekaan sosial tersebut juga dirasakan presenter sekaligus Pemimpin Redaksi Liputan 6 SCTV Rosiana Silalahi. Pada masanya, Rosiana termasuk tim pengajar anak-anak miskin di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Dia juga masih mengingat setiap tanggal 17 setiap bulannya sekolah mewajibkan mereka menggunakan transportasi umum.
”Tidak boleh naik taksi. Harus transportasi umum seperti bus, bemo, atau bajaj,” ujar Rosiana.
Dalam bukunya, Catatan Seorang Pendidik; Fikir, Suster Francesco Marianti, OSU yang 25 tahun memimpin SMA Santa Ursula, menegaskan bahwa pendidikan meliputi seluruh aspek dalam diri manusia. Aspek intelektualitas, keterampilan, kepribadian, dan kepekaan sosial diberi peluang berkembang semaksimal mungkin. Hal tersebut sesuai dengan misi Serviam, yang berarti ”aku mengabdi” tujuan pendidikan membentuk manusia mandiri, berkepribadian utuh, humanis, serta berorientasi pada nilai-nilai luhur.
Kepala SMA Santa Ursula Moekti K Gondosasmito OSU, MEd, mengatakan, metode pengajaran di sekolah Santa Ursula adalah membantu kaum muda agar bertumbuh dengan utuh baik intelektual, karakter, dan kepekaan sosial. Bahasa barunya barang kali komunitas pembelajar yang interaktif, inovatif, dan kreatif.
Intelektualitas dikembangkan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan pemberian tugas agar potensi peserta didik bisa optimal.
Pada akhirnya yang terkenang dari sebuah institusi pendidikan bukan dahsyatnya nilai rapor atau berbagai piala, tetapi nilai-nilai yang dapat mereka pakai dalam kehidupan serta karya di masyarakat.
Ciri-ciri pemimpin berkarakter ya temen-temen…..

”. Sebagai berikut:

1. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Jujur dengan kekuatan diri dan kelemahan dan usaha untuk memperbaikinya.2. Pemimipin harusnya berempati terhadap bawahannya secara tulus.3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya. 4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya.6. Memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya.7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat " team work ", kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.
KARAKTER SEORANG KARYAWAN
Sekali lagi postingan tentang karyawan, maaf bila mungkin pembaca merasa jenuh dengan bahasan ini namun dunia kerja memang tidak bisa lepas dari peranan si pelaku langsung suatu pekerjaan ini. Seorang pengusaha sukses tidak akan disebut orang sebagai seorang yang sukses tanpa dukungan sumber daya yang bernama karyawan. Kita sepakat bahwa dimanapun tempatnya sebenarnya tidak ada istilah karyawan sukses. Seringkali kita mendengar dan melihat fenomena pengusaha sukses namun sangat langka sepertinya ada istilah yang menyebutkan seorang karyawan sukses. Saya sendiri pun bingung mendefinisikan hal tersebut dengan dasar apa penilaian atas karyawan sukses. Namun demikian ada baiknya bila anda perhatikan dan simak beberapa karakteristik berikut yang mungkin bisa dijadikan tolok ukur sebenarnya untuk upaya introspeksi diri. Berikut liputannya.
Karakteristik pertamaJika anda bekerja maka perusahaan merasa diuntungkan dan bila anda tidak ada perusahaan merasa kehilangan, bahkan bisa merugi.Ciri-ciri karyawan tipe ini:* Selalu punya insiatif tindakan untuk mendukung bidang pekerjaannya bahkan berpikir pengaruhnya terhadap divisi yang lain dalam perusahaan tyersebut.* Selalu berpikir global dan melaksanakan sesuai dengan kewenangannya (Think Globally act locally).* Selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri untuk mendukung kinerja.* Memberikan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru dan segar bagi kemajuan perusahaan.jika anda tipe karyawan seperti ini, anda akan sukses di bidang pekerjaan anda. jika anda tidak cocok dengan bidang pekerjaan yang digeluti sekarang ini, segera diterima ditempat lain anda tetap akan sukses dibidang pekerjaan yang lain.Karakteristik keduajika anda bekerja maka perusahaan senang dan diuntungkan; namun bila anda tidak ada maka perusahaan biasa saja dan tidak dirugikan sama sekali.Ciri-ciri tipe ini:* Karyawan tipe ini bekerja dengan baik dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu.* Bersedia untuk melakukan pekerjaan yang lain apabila diperintah oleh atasannya.Jika anda pada tipe ini, anda akan aman di perusahaan tempat anda bekerja. Bahkan jika ada kesempatan anda mungkin akan dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi.Karakteristik ketigaJika anda bekerja perusahaan sepertinya biasa saja dan jika anda tidak adapun perusahaan seakan biasa saja tidak untung tidak rugiCiri-ciri:* Tipe ini adalah karyawan text book.* Tipe ini juga tipe Yes Sir!* Karyawan ini adalah karyawan entah karena kemampuannya atau karena mentality-nya tidak mau berubah menjadi lebih baik.Jika anda pada tipe ini anda tidak akan mempunyai prestasi khusus. Anda juga akan sulit sekali mendapat promosi jabatan kecuali diperusahaan anda memang tidak ada orang lain lagi. Sebaiknya anda segera menggali potensi dalam diri anda.Karakteristik keempatJika anda bekerja perusahaan terkesan biasa saja, tidak terlalu diuntungkan dan tidak juga merugikan namun bila anda tidak ada maka perusahaan malah akan senang dan diuntungkanCiri-ciri:* Karyawan ini sering ceroboh melakukan pekerjaannya, meskipun tidak sampai mengakibatkan kerusakan fatal* Karyawan ini juga sering lalai dalam menjalankan tugas-tugas meski tidak seluruhnya ada aja hal-hal yang terabaikan.* Karyawan ini juga sering ijin tidak masuk karena berbagai keperluan yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya.* Karyawan ini juga sering meremehkan hal-hal kecil yang bisa mengakibatkan kemunduran kinerja dia sendiriJika anda tipe ini, sangat disayangkan anda sama sekali tidak punya kesempatan untuk menaikkan jenjang karier apabila anda tidak cepat merubah diri.Karakteristik keempatJika anda bekerja maka perusahan sepertinya dirugikan, bilamana anda tidak ada dipastikan perusahaan akan merasa senang dan diuntungkan.Ciri-ciri:* Karyawan akan selalu mengeluh dalam segala hal.* Tidak ada tanggungjawab terhadap pekerjaannya* Selalu menganggap remeh atasannya* Selalu bermasalah dengan rekan karyawan yang laian maupun dengan atasannya.Jika anda tipe karyawan seperti ini, sebaiknya segera instropeksi diri. Sebab gerbang kesuksesan sangat menjauh dari anda. Saat ini perusahaan tempat anda bekerja sedang bersiap-siap untuk memecat anda.
KARAKTER SEORANG PENGUSAHA
Karakter yang harus dimiliki untuk menjadi seorang pengusaha
Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur juga sangat dibutuhkan. Karena itu penting sekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri Anda sendiri untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur Anda1. Berapa besar komitmen Anda ?Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam prakteknya. Jika Anda masih berangan-angan memiliki bisnis sendiri dan belum memulainya, barangkali Anda mesti memperkuat komitmen Anda dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun, tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau begitu, resiko juga bisa di manajemen bukan?2. Apakah gelas Anda setengah penuh atau setengah kosong?Tidak semua orang optimis adalah entrepreneur, tetapi hampir semua entrepreneur adalah orang-orang optimis. Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat kesempatan positif dari suatu tantangan situasi. Tanpa keyakinan optimistis, maka akan sulit memotivasi karyawan, bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisnis.3. Apakah Anda senang membuat keputusan?Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok. Memiliki sebuah bisnis - khususnya yang modalnya tidak besar-berarti harus siap membuat keputusan dengan market research terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira apakah Anda senang membuat keputusan-keputusan demikian?4. Apakah Anda memiliki uang untuk membuat cita-cita bisnis Anda terwujud?Jangan berhenti dulu dari pekerjaan sehari-hari, sampai Anda memiliki modal yang cukup untuk kelangsungan bisnis. Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank, dll-. Anda juga harus siap jika ternyata ada yang tidak berjalan sesuai rencana. Nah, apakah Anda sanggup menyokong kelangsungan business plan agar bisnis Anda tetap bertahan?5. Apakah Anda senang menjual?Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan sekalipun-. Sebagai seorang entrepreneur, pekerjaan Anda adalah menjual. Menjual produk Anda, visi perusahaan dan diri Anda sendiri. Dan harus melakukan ini setiap hari, dalam setiap waktu. Jika Anda menikmatinya, Anda memang seorang entrepreneur sejati.Jika Anda menjawab YA pada sebagian besar pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti Anda memiliki karakter entrepreneur dan siap untuk memiliki bisnis sendiri. Dan mulailah Bisnis Anda disini : Club Bisnis Mudah & MurahTetapi jika sebagian besar jawabannya adalah TIDAK, sebaiknya pertimbangkan untuk menggaet partner bisnis untuk membantu membuat rencana bisnis Anda menjadi kenyataan.

Berubah Untuk Menuju Kebaikan
Pernah lihat binatang koala?
Atau paling tidak, tahu tentu yang namanya koala.
Si koala ini adalah binatang khas dari Australia.Dia tenar sekali disana karena bentuknya memang lucu dan mengemaskan. Coklat gelap warnanya dan wajahnya lugu banget gitu.
Si koala ini punya karakter pemalas. Menurut penelitian (& juga menurut sumber salah seorang teman saya), si koala adalah salah satu binatang paling malas di dunia ini.Konon dia tidur 22 jam dalam sehari!
Huebat ya… Padahal dalam satu hari hanya ada 24 jam, dimana dengan kata lain, ya hanya 2 jam tok si koala bangun dan beraktifitas.
Dia hidup di batang sebuah pohon. Kalau mau makan pun dia malas bergerak dan hanya mau bergeser sedikit untuk mengambil makanan yang sudah tersedia saja di sekitar dia. Bergerak paling banyak dia lakukan hanya kalau sedang melakukan hubungan seks.
Itulah mungkin kenapa si koala kemudian mendapat titel sebagai binatang pemalas.
Ya memang begitulah karakternya… Mana bisa berubah lagi?
Tetapi bagaimana ceritanya kalau dengan karakter seorang manusia?
Apa masih berubah?
Dalam satu bulan belakangan ini saya banyak sekali mendapat kalimat yang sama dari waktu ke waktu terus-menerus, “Ya memang begitu kok karakternya. Mana bisa berubah lagi, Liz”
Dahi saya kok jadi berkerut ya.
Apa iya manusia itu bisa sama disejajarkan seperti seekor koala, yang nota bene masuk ke dalam spesies binatang, dan tidak bisa berubah?
Dahi saya tambah berkerut nih sekarang kayaknya…
Saya yakin tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang manusia.Yang dibutuhkan lagi-lagi hanya seonggok, segepok, segumpal keyakinan dan kemauan. Dan saya yakin semua pasti sudah pernah mendengar kalimat tersebut sebelumnya dalam beragam percakapan, dalam beragam artikel, dalam beragam hal.
Masalahnya sekarang seberapa besar keyakinan dan kemauan kita untuk berubah??Kalau keyakinan dan kemauan itu cukup besar, rasanya tidak ada yang tidak mungkin.
Saya tidak percaya dengan kalimat tadi, ‘Ya sudah karakter. Mana bisa berubah lagi’. Menurut saya itu adalah sebuah alasan yang dangkal sekali.
Karakter pemarah, karakter pemalas, karakter tukang ngaret, karakter defensif, karakter pembohong, karakter pembual, karakter egois, karakter kompulsif, karakter penakut, karakter depresif, karakter manipulatif dan beribu-ribu karakter lainnya SEMUA BISA BERUBAH.
Saya berani mempertaruhkan semua milik saya untuk kalimat saya tersebut : semua karakter BISA BERUBAH.Pertanyaannya ‘hanya’lah, mau tidak si manusia itu berubah?Kalau sudah mau berubah, pertanyaan selanjutnya (& yang paling penting) mau tidak dia berjuang untuk berubah????
Perubahan bukan hal yang mudah dan dapat dicapai dalam waktu satu malam.Saya pun tidak pernah bilang itu akan menjadi hal yang mudah serta cepat dicapai seperti orang makan cabai lalu langsung pedas.
Perubahan itu mungkin perlu dilakukan dengan usaha yang maha gigih sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, setakar demi setakar.
(Saya menyadari hal tersebut dari pengalaman pribadi).
Kebayang sudah berapa puluh tahun mungkin si karakter telah mengendap dan mengalir lancar dalam diri.Kebayang pula sudah berapa puluh tahun kita telah terbiasa menjalankan karakter tersebut.
Seperti kalau misalnya si koala yang juga sudah turun temurun dari nenek moyang begitulah adanya. Hal yang mustahil rasanya untuk merubah si koala.
Tetapi sekali lagi, apa iya kita sama sejajar dengan si koala?Bagaimana kabarnya dengan atribut ‘kemanusiaan’ yang melekat pada manusia seperti otak, kepintaran, intensi dan kemauan bebas?Apa tidak ada gunanya semua untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik?
Banyak orang mengatakan ingin berubah dan akan berubah.Tetapi tidak banyak orang yang benar-benar berjuang mewujudkan perubahan itu.
Setiap orang juga tentunya pernah kena teguran, tamparan dan bahkan cacian.Tetapi tidak banyak orang yang bisa belajar dari teguran, tamparan dan cacian tersebut serta menjadikannya sebagai wake up call.
Mungkin dulu pernah ada penelitian atau percobaan yang ingin membuat si koala lebih aktif, lebih gesit dan lebih banyak bergerak (he3x… mungkin lho ya. Siapa tahu memang pernah ada penelitian atau percobaan itu).
Namun tampaknya tidak sukses tuh karena si koala tetap lah si koala.
Lalu bagaimana dengan kita?
Apakah kita tetaplah kita yang sama dablek-nya dengan si koala???
Atau kita masih bisa menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ kita untuk berjuang dan berubah menghasilkan keadaan yang lebih baik?
Saya yakin kita bisa.
Saya pribadi berharap Yang Diatas terus membimbing saya (& kita semua) untuk menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ yang ada dengan bijak.
SIFAT dan WATAK itu identik yang berbeda adalah dengan KEPRIBADIAN. Sifat dan Watak itu bisa dirubah tergantung bagaimana pribadi tersebut mau merubah atau tidak. Lahirnya watak atau sifat bermula dari PIKIRAN. Contoh: seseorang berpikiran kalau dia itu orangnya tidak sabaran maka dalam setiap hal dia merasa kalau dia itu orang yang tidak sabaran. Lama kelamaan pikiran dan perasaan tidak sabaran tersebut menjadi KEBIASAAN. Setelah menjadi kebiasaan akhirnya berkembang menjadi SIFAT atau WATAK orang tersebut. Jadi setiap saat menghadapi hal tertentu tanpa disadari watak tidak sabaran itu akan keluar dengan sendirinya.Ada seorang AYAH yang dengan bangga bilang kalau dia itu memang wataknya adalah seorang ayah yang PEMARAH dan GAMPANG TERSINGGUNG. Terus terang saya jadi kasihan sama orang tersebut, apakah hidupnya pernah bahagia? Seumur hidup dia tidak akan pernah bahagia kalau tidak mau merubah wataknya. Kalaupun dia merasa bangga dan tidak bermasalah dengan watak tersebut apakah ANAK atau ISTRINYA bahagia punya ayah atau suami yang demikian. Mungkin anak dan istrinya diam saja karena berusaha menerima dan memaklumi tapi sebenarnya mereka tidak bahagia. Jadi kalau seorang Ayah punya watak yang tidak baik dan orang tersebut menyadari, sebenarnya bisa dirubah dengan cara mulai berpikir dan terus menerus berpikir kalau dia itu adalah seorang ayah yang BAIK dan PENYABAR. Pecayalah tanpa disadari dia akan berusaha menjadi ayah yang baik dan penyabar akhirnya lama kelamaan menjadi kebiasaan dan akhirnya wataknya pun BERUBAH menjadi ayah baik dan penyabar.Cobalah saja tanyakan pada seorang anak atau seorang istri kalau punya ayah atau suami yang berwatak keras, tidak sabar dan pemarah atau punya watak buruk lainnya, apakah mereka senang atau lega dan bahagia kalau setiap hari harus menghadapi orang seperti itu.Mungkin buat kita atau siapa saja yang saat ini masih punya watak yang kurang baik perlu mendengarkan lagu yang dapat menggugah ini, apakah selama hidup kita sudah menjadi seorang anak, seorang teman, ibu atau ayah atau suami yang terbaik bagi keluarganya. Silakan dengarkan di:

Tuesday, June 29, 2010


Sewaktu ke Gramedia kemarin secara tidak sengaja aku melihat buku ini, judulnya yang tidak pernah aku dengar dan tagline-nya yang menarik membuatku jatuh hati untuk membelinya.Buku ini ditulis oleh Isamu Saito dan Tadahiko Nagao, keduanya merupakan ahli psikologi Jepang yang menciptakan dan mengembangkan Kokology. Kokology sendiri diambil dari bahasa Jepang: Kokoro yang artinya pikiran, semangat, perasaan dan bahasa Yunani logia: ilmu. Jadi Kokology adalah sebuah permainan psikologi yang dirancang untuk menyingkap emosi dan sifat tingkah laku seseorang.Berbeda dengan buku-buku psikologi lainnya, Kokology mengajak pembacanya untuk menemukan jati diri dan menggali potensi melalui sebuah permainan yang menyenangkan. Memang sih kita tetap diminta untuk menjawab pertanyaan tapi jangan khawatir karena pertanyaan2 yang diajukan sangatlah sederhana dan menyenangkan. Jawaban yang kita pilih itulah yang akan mengungkapkan sifat dan jati diri kita yang sebenarnya. Yang pasti kita harus jujur saat menjawab dan jangan mencoba untuk mengira-ngira biar keliatan pintar atau menebak makna di balik jawaban itu.Sebagai contoh, ada pertanyaan tentang seekor burung berwarna biru yang masuk ke kamar kita. Karena burung itu menarik kitapun lalu memeliharanya, namun esok harinya burung itu berubah warna menjadi kuning. Di hari ketiga berubah lagi menjadi merah terang dan hari keempat menjadi hitam. Nah kita disuruh untuk menjawab perubahan warna burung tersebut di hari yang ke-5. Ada empat pilihan yaitu: hitam, biru, putih atau emas. Karena warna favoritku biru maka akupun memilih biru. Makna apakah yang terkandung di balik pilihan jawaban itu?Burung yang masuk ke kamar nampak seperti simbol dari nasib baik tapi perubahan warnanya membuat kita khawatir kalau kebahagiaan itu takkan bertahan lama. Warna yang kita pilih merupakan gambaran diri kita dalam merespon cobaan dalam hidup. Warna hitam berarti orang yang memiliki pandangan yang pesimis. Biru adalah orang yang optimis. Putih adalah orang yang tenang dan tegas meski di bawah tekanan. Emas berarti tidak memiliki rasa takut. Lumayan cocok ama gambaran diriku, cieeee.Namanya juga permainan pasti lebih asyik jika kita membacanya bersama keluarga, pacar atau teman2 kita. Dari situ kita bisa lebih mengenal dan memahami satu sama lain. Tapi kita harus siap2 mental jika sifat asli kita ketahuan, apalagi kalo yang ketahuan itu sifat jeleknya.Aku sendiri sering terkejut saat mengetahui makna dari jawaban2 yang kupilih karena benar2 di luar dugaan. Setelah aku renungkan, kebanyakan emang cocok ama sifat2ku. Ada sih beberapa yang bikin aku bertanya: masa sih aku kayak gitu…?Buat yang nggak hoby baca dan sekedar pengin tahu sifat aslinya mungkin akan terasa basi jika membaca untuk kedua kalinya karena sudah tahu makna dari jawaban2 itu. Tapi buat kutu buku mania pasti nggak akan bosen biarpun baca berulang kali karena biasanya mereka percaya bahwa semakin sering buku dibaca maka akan semakin banyak hikmah yang didapatkan. silahkan beli dan baca bukunya.

Ciri-Ciri Orang Sok Pintar


1. Suka berdebat tanpa pertimbangan matang
Karena merasa pintar, ia jadi suka mengikuti atau membuka “arena laga otak”. Namun sayangnya, sebenarnya ia hanya terlalu percaya diri akan kepintarannya sehingga pertimbangannya kurang matang. Tidak selamanya memenangkan yang benar dan mengalahkan yang salah adalah keputusan yang tepat. Pada umumnya yang lebih mendekati kebenaran adalah yang menghargai perbedaan sudut pandang.
2. Berusaha memberi kesan betapa luas pengetahuannya
Orang yang sok tahu cenderung pamer betapa banyak ia membaca. Padahal, pembacaaanya tidak secara mendalam, hanya sepintas lalu.
3. Mengandalkan status
Menginformasikan bahwa ia adalah sang ahli, menjejerkan gelar akademik dan status lainnya adalah senjata andalan orang sok tahu. Padahal yang menentukan kedalaman pengetahuan bukanlah apa gelarnya melainkan bagaimana efektivitas proses belajarnya.
4. Memposisikan diri sebagai hakim
Orang yang sok tahu cenderung cepat menuduh orang. Padahal seharusnya pahami dahulu mengapa orang ini begini dan orang itu begitu sampai cukup objektif menghakimi seseorang. Hal ini sangat sulit dan belum tentu esensial, itulah alasannya mengapa orang yang bijak berpikir ratusan kali untuk menjadi hakim.
5. Menyimpulkan tanpa dasar yang kuat
Jangan terlalu memudahkan persoalan. Dasar yang kuat untuk pengambilan kesimpulan adalah fakta dan logika dari penyelidikan yang secermat-cermatnya.
6. Malas membaca
Inilah yang membedakan orang yang benar-benar tahu dengan yang sok tahu. Jika malas membaca pengetahuan kita akan lenyap bagai kamper. Semula wangi tetapi lama kelamaan menguap.
7. Malas menulis
Ini juga yang membedakan ‘ulama (ahli ilmu) dengan yang sok tahu. Jika membaca membuat kaya, maka menulis membuat tajam dan berdiskusi membuat jeli (Prof. Didik J Rachbini).

Monday, June 28, 2010


MENCARI PEKERJAAN
Menjelaskan bahwa setelah para anak bangsa yang sebelumnya disibukkan dengan kegiatan Ujian Nasioanal dan lulus sudah selesai menamatkan jajaran pendidikan di masing-masing instansi nah disibukkan dengan mencari pekerjaan, mulai dari tinggakat SMP, tingkat SMA sampai perguruan tinggi, dengan persentase kelulusan diabndingkan dengan pertumbuhan lapangan pekerja sudah sangat tidak memenuhi, sehingga tingkat pengangguran di tingkat propinsi sampai metro semakin tahun meningkat drastic.
Tetapi jangan takut jika memang sudah niat mencari pekerjaan dan pastinya sudah mempersiapkan diri secaraEducation dan Penerapan yang tepat, niscahya pasti mendapatkan posisi yang baik, disamping anda sudah mempersiapkan kedua tahap tersebut diatas, mungkin berikut ini ada beberapa TIPS yang saya tuliskan guna mendukung kesiapan mencari kerja.
Berikut TIPS yang berguna (by: Jekson Sitorus,S.T,MM)
Tips Cari Kerja di Internet
Apapun jenis kegiatan jika dikaitkan dengan istilah pencarian adalah suatu pekerjaan yang amat sangat menjenuhkan dan membosankan. Terutama aktivitas dimana seseorang berusaha dalam cari kerja dan menemukan pekerjaan yang diinginkan dan di idam-idamkan! Sebagaimana diketahui bersama, mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak sendiri telah dilindungi dan diatur di dalam undang-undang. Namun sungguh seribu sayang, hal itu masih jauh dari harapan. Besarnya jumlah angka pencari kerja dibandingkan jumlah lowongan kerja yang tersedia masih sangat timpang dimana lebih besar pencari kerja. Memang untuk mendapatkan suatu kehidupan yang layak dan mapan merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah, namun tidak benar jika sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah. Karena jika kita pasif, hasil yang diperoleh-pun jauh dari kata memuaskan.
Melihat perkembangan kebiasaan tenaga kerja baru (fresh graduate), dimana ketika mereka lulus dari jenjang pendidikannya, namun masih belum bisa MANDIRI. Kebanyakan dari mereka masih mengekor kebiasaan lama, yaitu mencari kerja ke-sana! Kesini! Hasilnya pun sudah bisa ditebak, kebanyakan dari mereka gagal mendapatkan kerja sesuai dengan yang diinginkan, bahkan terkadang menyimpang dari background pendidikan yang telah dipelajari di dunia pendidikan. Terlepas dari itu semua, mau gimana lagi! Kebiasaan ini nampaknya akan susah dihilangkan, bagi Anda yang sedang giat mencari kerja secara on-line, berikut ada tips ringan yang saya yakin berguna:
Terlebih dahulu yang mutlak Anda lakukan adalah dengan memutuskan terlebih dahulu apakah akan mengirimkan lamaran Anda melalui situs resmi perusahaan secara langsung atau dengan perantara pihak kedua seperti forum, situs penyedia lowongan tenaga kerja.
Dalam mengirim CV atau surat lamaran, usahakan agar mengisi informasi selengkap-lengkapnya yang dapat mencermikan dari kepribadian Anda, misalnya berapa jumlah pendapatan dan penghasilan yang Anda inginkan. Jangan lupa mengisi isian wajib seperti pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, lokasi tempat tinggal ketika memasukkan lamaran dan informasi penting lainnya yang mungkin dibutuhkan bagi perusahaan tempat Anda melamar.
Ketika mengirim resume, pastikan resume tersebut telah disusun dengan benar dan rapi, missal dengan memperhatikan ukuran huruf agar enak dan nyaman ketka di baca, biasanya menggunakan huruf type arial, times new roman, atau verdana silahkan pilih salah satu dengan ukuran berkisar 10 sampai dengan 12. Jika ingin lebih sempurna, silahkan tanyakan ke rekan mungkin yang lebih mahir dan master di bidang ini.
Menggunakan sampul atau cover, sehingga bagi HDR akan lebih mudah membaca maksud isi surat Anda. Jangan lupa tulis nama lengkap, alamat, dan no telepon yang bisa dihubungi di bagian atas cover atau sampul.
Jangan membuang waktu dengan membabi buta mengirimkan resume ke bidang di luar cakupan Anda. Pilihlah dengan bijak jenis lowongan kerja yang sesuai dengan bidang Anda. Hal ini akan menguntungkan ke-dua pihak baik perusahaan maupun Anda. Bagi perusahaan sendiri tentunya tidak salah memilih tenaga kerja, sedangkan bagi Anda sendiri pasti akan nyaman jika mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang yang Anda tekuni.
Keep Stay Tune………… Kayak radio saja apa salah menulis! Saya tidak salah menulis, yang saya maksud disini tetap jaga terus perkembangan posisi kerja yang Anda incar, apakah masih terbuka lowongannya atau sudah diisi dengan pihak lain. Oleh karena itu tidak ada salahnya Anda menghubungi perusahaan tersebut baik secara telepon, email, atau bahkan mengirim surat lamaran ulang (jika benar-benar posisi tersebut masih terbuka lowongannya)!
Langkah terakhir yang dianjurkan adalah maintenance atau dengan kata lain tetap terus berusaha, jangan pantang menyerah, dan terus update resume, CV, surat lamaran kerja Anda.
Tips Cari Kerja OFF LINE
Langsung saja, berikut ini tips ringan yang mungkin berguna bagi Anda untuk terhindar dari kedok penipuan :
Untuk Anda yang mendapatkan informasi lowongan cari kerja dari Koran atau Media cetak, langkah pertama yang seharusnya Anda ambil adalah memastikan kebenaran perusahaan. Apakah benar atau jangan-jangan sebuah penipuan. Memang untuk melakukan tahap awal ini agak sedikit merepotkan, tapi hal ini seharunya wajib Anda lakukan.
Catat dan cari tahu no telepon yang bisa dihubungi, tips penting dalam hal ini adalah jangan merespon lowongan kerja tersebut jika hanya tercantum no HP. Karena modus penipuan sering kali tidak berani mencantumkan telepon rumah atau telepon kantor.
Coba analisis secara logika gaji atau penghasilan yang ditawarkan, apakah rasional apakah terlalu berlebihan. Untuk kasus penipuan, biasanya menawarkan penghasilan yang menggiurkan dan jika dianalisis tidak masuk akal jika dibandingkan antara pekerjaan yang ditawarkan dengan penghasilan yang dijanjikan.
Kemudian jangan lupa untuk mencatat tanggal lamaran itu di muat di media cetak dan kapan kadaluarsanya atau masa habisnya.
Harap ekstra hati-hati jika Anda baru 1 hari mengirim surat lamaran tapi sudah ada panggilan atau kepastian bahwa lamaran Anda telah diterima. Kemudian jika telah melakukan interview kemudian lansung ditraining atau bahkan langsung di terima untuk kerja. Menyikapi hal kasus tersebut harap di analisa lebih dalam lagi, kemungkinan besar jika hal ini terjadi maka bukan kerjaan yang Anda dapat, tapi Anda dikerjai alias ditipu!
Tips Cari Kerja TAPI Anda sudah Bekerja
Terkadang walaupun kita sudah mendapatkan pekerjaan tapi ada yang ganjal, yaitu kurang puas atau merasa tidak cocok dengan jenis pekerjaan Anda sekarang. Apakah Anda ingin lari dari pekerjaan tersebut untuk cari jenis kerja lain yang ideal bagi Anda? Apakah kemungkinan tersebut bisa dilakukan? Atau jangan-jangan Anda bisa kehilangan pekerjaan yang sekarang dan susah mendapatkan jenis pekerjaan baru yang Anda impikan? Jawabannya sih simple, pasti ada jalan keluarnya. Berikut tips-tips ringan yang mungkin sangat berguna bagi Anda yang mengalami keadaan yang seperti ini :
1. Hindari penggunaan layanan internet dan telepon kantor. Dalam hal ini usahakan sebisa mungkin untuk tidak menggunakan fasilitas kantor untuk mencari kerja yang baru, sekalipun itu email kantor. Hal ini bertujuan agar tidak ada yang mengetahui pihak dari kantor bahwa Anda ingin cari kerja dengan suasana yang baru.
2. Menggunakan etika dengan benar, salah satu contohnya tidak menggunakan printer kantor untuk mencetak resume yang telah Anda buat! Ingat ada perbuatan jelek, maka akan ada karma loeh!
3. Kunci serapat mungkin rahasia Anda bahwa sedang cari kerja baru, hal ini dapat dilakukan dengan meminimalisir komunikasi yang tidak perlu dengan orang-orang yang berada di lingkungan kantor (tenang sifatnya hanya sementara)!
4. Jika Anda mendapatkan panggilan, semisal panggilan interview, usahakan agar dilaksanakan di luar jam kantor, mungkin dapat menggunakan jam makan siang, jam sebelum atau setelah masuk kantor. Namun jika perusahaan baru yang tertarik dengan Anda tidak bisa dengan waktu tersebut, mungkin dengan bijak Anda dapat mengambil cuti untuk sementara.
5. Fokuslah! Memang susah untuk dikerjakan. Yang dimaksud dalam hal ini adalah untuk melakukan tugas kantor dengan professional. Memang susah untuk bersifat adil, apalagi jika melakukan pekerjaan yang sudah tidak disukai. Percayalah jika Anda tidak professional untuk perusahaan Anda yang sekarang, maka akan berakibat buruk. Anda Akan meninggalkan citra buruk bagi perusahaan yang Anda tinggalkan, dan hal ini akan berdampak buruk terhadap karir Anda dalam jangka panjang.
Tips Nyeleneh Cari Kerja ! Kocak Tapi Realitas
Dalam dunia kerja, terutama pada tahap perekrutan memang bisa di bilang kotor. Ada yang melakukan suap, nepotisme dan masih banyak lagi. Jarang sekali ada orang mendapatkan pekerjaan dengan cara ideal, jujur, dan benar. Kalaupun ada pasti sangat jarang terjadi. Namun inilah realitas kehidupan. Berikut ini tips ringan yang agak melenceng dikit (tapi tidak se-Xtrim sampai menyogok):
Kalau kita diinterview dengan perusahaan asing, kedutaan besar, LSM asing, maka jika Anda mau bilang saja bahwa Anda mengenal seseorang di perusahaan tersebut, atau kalau bisa katakan bahwa Anda mengenal pihak HRD-nya (dijamin kemungkinan besar diterima he he ….). Hal ini dikarenakan mereka sensitive terhadap orang asing, karena mungkin mereka menganggap bisa saja orang asing yang di interview adalah jaringan Teroris (Gak segitunya kale…)
Kalau di wawancara perusahaan swasta asing, bilang saja Anda kenal dengan seseorang di perusahaan. Eits….. tapi hati-hati bisa-bisa nama yang Anda sebutkan itu adalah musuh dari pihak yang mewawancarai Anda. Bukanya diterima bisa-bisa Anda langsung di Skip!
Kalau keturunan Chinese, jangan ngelamar di perusahaan pertambangan atau perminyakan di Indonesia (Pokoknya ada yang bilang begitu, sebenarnya gimanaya….Ada yang punya pengalaman?).
Untuk para tenaga kerja fresh graduate, maka untuk mensiasatinya adalah dengan menulis segala kegiatan informal/organisasi yang telah diikuti, biasanya sukses. Tulis juga diskripsi Anda orangnya seperti apa! Misalnya: mudah beradaptasi, bisa kerja di tim/secara individu, pekerja keras & mau belajar, dan masih banyak lagi.
Kalau mengirim surat lamaran dimana informasi dari Koran misalnya, maka Anda harus bikin surat Anda tersebut beda dari yang lain! Karena ada temen pernah cerita ada HRD yang dengan barbar cara menyeleksinya. HRD tersebut jika menemukan amplop warna putih standar dengan kebanyakan yang lain, maka akan langsung membuangnya tanpa dibaca terlebih dahulu. Oleh karena itu untuk mensiasati kayak ginian, kreatif dong di sampul atau amplop, buat beda ama yang lain. Jika amplop yang lain warnanya putih atau coklat kenapa Anda tidak mengirimkan amplop dengan warna pink sekalian……..Gedubrak…..!!!
Cari tahu apakah HRD-nya satu suku dengan kita (Eits gak boleh SARA tapi FAKTA), jika HRD-nya satu suku dengan Anda, ajakin aja langsung memakai bahasa daerah, pasti bakal senang dianya!